Sepak bola memiliki berbagai jenis pasaran yang menggunakan parameter berbeda untuk menentukan hasil sebuah pilihan. Selain hasil akhir pertandingan, terdapat pasaran handicap, over dan under, kedua tim mencetak gol, hingga beberapa pasar yang menggunakan statistik pertandingan. Perbedaan tersebut membuat setiap pasaran memiliki cara membaca dan mekanisme perhitungan tersendiri.
Memahami berbagai jenis pasaran sepak bola dapat membantu mengenali informasi yang tersedia pada sebuah pertandingan. Setiap pasar memiliki istilah dan garis angka yang berbeda sehingga penting untuk mengetahui fungsi masing-masing sebelum membaca suatu pilihan.
Dalam artikel GENGBOLA: Mengenal Berbagai Jenis Pasaran Sepak Bola, pembahasan difokuskan pada jenis-jenis pasar yang umum ditemukan, cara membaca istilah dasar, serta perbedaan antara satu pasar dengan pasar lainnya.
Pengertian Pasaran Sepak Bola
Pasaran sepak bola adalah kategori pilihan yang berkaitan dengan hasil atau statistik sebuah pertandingan. Satu pertandingan dapat memiliki banyak pasar dengan parameter berbeda.
Sebagai contoh, pertandingan antara Tim A dan Tim B dapat memiliki beberapa pasar:
- Hasil akhir
- Handicap
- Over/Under
- Kedua tim mencetak gol
- Total gol tim
- Babak pertama
- Skor tepat
- Jumlah kartu
- Jumlah corner
Setiap pasar memiliki dasar perhitungan masing-masing. Karena itu, hasil akhir pertandingan tidak selalu menjadi satu-satunya faktor yang menentukan penyelesaian sebuah pasar.
1. Pasaran 1X2 atau Hasil Akhir
Pasaran 1X2 merupakan salah satu jenis pasar paling dasar dalam sepak bola. Angka dan huruf yang digunakan mengacu pada tiga kemungkinan hasil pertandingan.
1 berarti kemenangan tim tuan rumah.
X berarti pertandingan berakhir seri.
2 berarti kemenangan tim tamu.
Sebagai contoh:
Tim A vs Tim B
Pilihan:
- 1 → Tim A menang
- X → pertandingan seri
- 2 → Tim B menang
Pasar ini hanya berfokus pada hasil akhir pertandingan sesuai dengan periode yang ditentukan oleh aturan pasar.
2. Pasaran Handicap
Handicap memberikan selisih gol virtual kepada salah satu tim. Tujuannya adalah membuat perbandingan antara dua tim menggunakan garis tertentu.
Contohnya:
Tim A -1
Artinya Tim A mendapatkan handicap negatif satu gol dalam perhitungan pasar.
Sementara:
Tim B +1
berarti Tim B mendapatkan keuntungan virtual satu gol.
Garis handicap dapat berupa angka bulat, setengah, maupun pecahan. Contohnya:
- -0.5
- +0.5
- -1
- +1
- -0.25
- +0.25
- -0.75
- +0.75
Setiap garis mempunyai mekanisme perhitungan yang berbeda.
3. Pasaran Over dan Under
Over/Under menggunakan jumlah total gol kedua tim sebagai dasar perhitungan.
Contohnya:
Over 2.5
berarti total gol harus lebih dari 2.5.
Karena jumlah gol merupakan bilangan bulat, minimal tiga gol diperlukan untuk berada di atas garis 2.5.
Sementara:
Under 2.5
berarti total gol berada di bawah 2.5 sehingga maksimal dua gol yang dapat tercipta.
Jika pertandingan berakhir 2-1, total gol adalah tiga dan berada di atas garis 2.5.
Jika pertandingan berakhir 1-1, total gol adalah dua dan berada di bawah garis 2.5.
4. Pasaran Both Teams to Score
Both Teams to Score atau BTTS merupakan pasar yang berkaitan dengan apakah kedua tim mencetak gol.
Umumnya terdapat dua pilihan:
Yes dan No.
BTTS Yes berarti kedua tim harus mencetak setidaknya satu gol.
Contoh skor yang memenuhi kondisi tersebut:
- 1-1
- 2-1
- 1-2
- 3-2
Sementara skor seperti 1-0, 0-0, atau 3-0 tidak memenuhi kondisi kedua tim mencetak gol.
Pasar BTTS berbeda dengan over/under karena tidak menggunakan total gol sebagai parameter utama.
5. Pasaran Total Gol Tim
Selain total gol pertandingan, beberapa pasar juga memisahkan jumlah gol berdasarkan masing-masing tim.
Contohnya:
Tim A Over 1.5 Gol
Perhitungannya hanya menggunakan jumlah gol yang dicetak Tim A, bukan gabungan gol kedua tim.
Jika Tim A menang 2-0, maka Tim A mencetak dua gol.
Namun jika pertandingan berakhir 1-2, Tim A hanya mencetak satu gol meskipun total pertandingan menghasilkan tiga gol.
Karena itu, total gol tim dan total gol pertandingan merupakan dua pasar yang berbeda.
6. Pasaran Babak Pertama
Pasar sepak bola juga dapat dibagi berdasarkan periode pertandingan. Salah satunya adalah pasar babak pertama.
Dalam pasar ini, hasil yang digunakan hanya berdasarkan pertandingan pada 45 menit pertama dan waktu tambahan yang berlaku pada babak tersebut, sesuai aturan pasar.
Contohnya:
Over 0.5 Babak Pertama
Perhitungan hanya melihat gol yang tercipta sebelum pertandingan memasuki babak kedua.
Jika tidak ada gol pada babak pertama tetapi terdapat tiga gol pada babak kedua, jumlah gol babak pertama tetap nol.
Hal ini menunjukkan pentingnya membedakan pasar pertandingan penuh dengan pasar babak pertama.
7. Pasaran Babak Kedua
Kebalikan dari pasar babak pertama adalah pasar babak kedua. Perhitungannya hanya menggunakan kejadian selama periode babak kedua sesuai dengan ketentuan pasar.
Contohnya:
Over 1.5 Gol Babak Kedua
Jumlah gol pada babak pertama tidak dihitung untuk pasar tersebut.
Jika babak pertama berakhir 2-0 dan babak kedua menghasilkan skor 1-1, total gol babak kedua adalah dua.
Dengan demikian, pasar babak kedua harus dibaca berdasarkan periode yang ditentukan, bukan berdasarkan skor keseluruhan pertandingan.
8. Pasaran Draw No Bet
Draw No Bet atau DNB merupakan pasar yang menghilangkan hasil seri dari perhitungan tertentu.
Misalnya:
Tim A Draw No Bet
Jika Tim A menang, pilihan memenuhi ketentuan.
Jika pertandingan berakhir seri, mekanisme pasar dapat mengembalikan nominal sesuai aturan DNB.
Jika Tim A kalah, pilihan tidak memenuhi ketentuan.
Pasar ini secara konsep memiliki hubungan dengan handicap 0, meskipun istilah dan penyelesaian dapat bergantung pada sistem yang digunakan.
9. Pasaran Double Chance
Double Chance memberikan dua kemungkinan hasil dalam satu pilihan.
Tiga bentuk umum adalah:
1X → tuan rumah menang atau seri.
X2 → seri atau tim tamu menang.
12 → salah satu dari kedua tim menang, sehingga hasil seri tidak termasuk.
Pasar ini berbeda dengan 1X2 karena satu pilihan mencakup dua kemungkinan hasil.
10. Pasaran Correct Score
Correct Score atau skor tepat menggunakan hasil skor akhir sebagai pilihan.
Contohnya:
- 1-0
- 2-0
- 2-1
- 1-1
- 0-1
- 2-2
Pilihan tersebut lebih spesifik dibandingkan pasar hasil akhir karena tidak hanya menentukan pemenang, tetapi juga jumlah gol masing-masing tim.
Jika pertandingan berakhir 2-1, maka pilihan skor tepat 2-1 sesuai dengan hasil tersebut.
11. Pasaran Total Corner
Corner atau sepak pojok juga dapat menjadi bagian dari pasar sepak bola. Pasar ini tidak menggunakan jumlah gol sebagai parameter, tetapi jumlah tendangan sudut yang diberikan selama pertandingan.
Contohnya:
Over 9.5 Corner
Artinya jumlah corner harus lebih dari 9.5.
Karena corner dihitung dalam bilangan bulat, setidaknya 10 corner diperlukan untuk berada di atas garis tersebut.
Pasar corner dapat tersedia untuk pertandingan penuh maupun periode tertentu, seperti babak pertama.
12. Pasaran Jumlah Kartu
Beberapa pasar sepak bola menggunakan jumlah kartu sebagai parameter. Kartu kuning dan kartu merah dapat dihitung berdasarkan sistem penilaian yang ditentukan oleh penyedia pasar.
Contohnya:
Over 3.5 Cards
Pilihan tersebut menggunakan jumlah kartu yang dihitung berdasarkan aturan pasar.
Karena setiap penyedia dapat memiliki metode penghitungan berbeda, pembaca perlu melihat ketentuan pasar sebelum memahami hasilnya.
13. Pasaran Menang Tanpa Kebobolan
Pasar tertentu dapat menggabungkan hasil kemenangan dengan kondisi tidak kebobolan.
Contohnya:
Tim A Win to Nil
Pilihan tersebut membutuhkan dua kondisi, yaitu Tim A memenangkan pertandingan dan lawannya tidak mencetak gol.
Skor seperti 1-0, 2-0, atau 3-0 memenuhi karakteristik tersebut, sedangkan skor 2-1 tidak.
Pasar seperti ini lebih spesifik dibandingkan pasar hasil akhir biasa.
14. Pasaran Kombinasi Hasil dan Gol
Beberapa pasar menggabungkan dua parameter sekaligus.
Contohnya:
Home & Over 2.5
Artinya terdapat dua kondisi yang harus diperhatikan, yaitu kemenangan tim tuan rumah dan total pertandingan berada di atas garis 2.5.
Jika pertandingan berakhir 3-1, tuan rumah menang dan total gol mencapai empat.
Pasar kombinasi seperti ini membutuhkan pembacaan lebih teliti karena terdapat lebih dari satu kondisi.
15. Perbedaan Pasaran Utama
Untuk memahami perbedaan masing-masing pasar, parameter dasarnya dapat dirangkum sebagai berikut:
| Jenis Pasaran | Parameter Utama |
| 1X2 | Hasil pertandingan |
| Handicap | Selisih gol setelah penyesuaian |
| Over/Under | Total gol |
| BTTS | Kedua tim mencetak gol |
| Total Gol Tim | Gol salah satu tim |
| Babak Pertama | Hasil selama babak pertama |
| Babak Kedua | Hasil selama babak kedua |
| Double Chance | Dua kemungkinan hasil |
| Correct Score | Skor akhir |
| Corner | Jumlah sepak pojok |
| Cards | Jumlah kartu |
| Win to Nil | Kemenangan tanpa kebobolan |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa satu pertandingan dapat memiliki banyak pasar yang menggunakan parameter berbeda.
Cara Memahami Pasaran Sepak Bola
Langkah pertama adalah membaca nama pasar. Jangan langsung melihat angka tanpa memahami parameter yang digunakan.
Langkah kedua adalah memahami garis. Pada handicap dan over/under, garis seperti 1.5, 2.5, -0.5, atau +1 memiliki arti berbeda.
Langkah ketiga adalah memeriksa periode pertandingan. Pastikan apakah pasar berlaku untuk 90 menit, babak pertama, babak kedua, atau periode tertentu.
Langkah keempat adalah memahami aturan penyelesaian. Kondisi seperti pertandingan ditunda, dihentikan, atau dibatalkan dapat memiliki ketentuan tersendiri.
Langkah terakhir adalah membedakan pasar berdasarkan parameter. Over/under menggunakan total gol, handicap menggunakan selisih gol, sedangkan BTTS menggunakan apakah kedua tim mencetak gol.
Pentingnya Memahami Istilah Pasaran
Istilah yang digunakan dalam pasar sepak bola dapat terlihat mirip, tetapi mempunyai mekanisme berbeda. Misalnya, Over 2.5 dan Tim A Over 2.5 bukanlah pasar yang sama.
Over 2.5 menggunakan total gol pertandingan, sedangkan Tim A Over 2.5 hanya menggunakan jumlah gol yang dicetak Tim A.
Demikian pula handicap -1 berbeda dengan hasil akhir 1X2. Handicap menggunakan penyesuaian selisih gol, sedangkan 1X2 hanya menentukan tim tuan rumah menang, seri, atau tim tamu menang.
Memahami perbedaan tersebut membantu menghindari kesalahan dalam membaca informasi pasar.
Kesimpulan
Berbagai jenis pasaran sepak bola menggunakan parameter yang berbeda untuk menentukan hasil sebuah pilihan. Pasaran 1X2 berfokus pada hasil akhir, handicap menggunakan selisih gol virtual, sedangkan over dan under menggunakan jumlah total gol.
Selain itu, terdapat pasar BTTS, total gol tim, babak pertama, babak kedua, Draw No Bet, Double Chance, Correct Score, corner, kartu, hingga pasar kombinasi tertentu.
Setiap pasar memiliki istilah, garis, periode, dan aturan penyelesaian yang perlu dipahami secara terpisah. Dengan mengenali parameter utama setiap jenis pasar, pembaca dapat memahami struktur informasi pertandingan secara lebih sistematis.
Pemahaman tersebut juga perlu disertai perhatian terhadap aturan penyedia pasar karena definisi, periode penghitungan, dan mekanisme penyelesaian dapat berbeda. Odds dan pasar tidak menjamin hasil pertandingan, sehingga informasi tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari struktur pasar sepak bola.
