Para arkeolog di Mesir mengumumkan penemuan kota kuno yang terkubur di bawah pasir gurun selama ribuan tahun. Kota ini dijuluki sebagai “Atlantis dari Timur Tengah”, karena keindahan arsitektur dan tingkat kemajuannya yang mengejutkan. Ditemukan di dekat Luxor, kota tersebut diperkirakan berasal dari zaman Firaun Amenhotep III, sekitar 3.400 tahun lalu. Situs arkeologi ini menampilkan struktur bangunan yang masih berdiri, termasuk rumah-rumah, jalan, dan peralatan rumah tangga yang luar biasa terawat. Salah satu temuan paling mengejutkan adalah artefak emas dan tulisan hieroglif yang masih bisa dibaca. Para ahli menyebut penemuan ini sebagai yang paling signifikan sejak makam Tutankhamun. Kota ini diyakini pernah menjadi pusat perdagangan dan kehidupan masyarakat kelas atas zaman itu, sebelum hilang akibat pergeseran gurun atau kemungkinan bencana alam. Penemuan ini tidak hanya membuka bab baru dalam sejarah Mesir kuno, tetapi juga memberikan wawasan tentang cara hidup dan organisasi masyarakat di masa itu. Saat ini, tim arkeolog internasional tengah bekerja sama untuk menggali dan melestarikan kota tersebut demi penelitian lebih lanjut.